PROVINSIRIAU.com | PEKANBARU, 03 MARET 2026 – Sepanjang masa bakti empat tahun kepengurusan Iskandar Hoesin, sejumlah insan olahraga di Provinsi Riau menaruh keluh bahwa tradisi buka puasa bersama antar jajaran KONI Riau, KONI Kabupaten/kota dan pengprov cabor nyaris tak pernah ada.
Ketiadaan momen sederhana namun sarat makna itu dirasakan merenggangkan jejaring silaturrahmi yang selama ini menjadi nadi kebersamaan dunia olahraga daerah.
Sumber-sumber di internal organisasi Pengprov Cabor menyebutkan ; Jangankan buka puasa Bersama yang Ramadhan sekali dalam setahun, rapat kegiatan dan event apapun bersama ketua umum pun selama periodenya kami tak pernah. Terakhir kali acara buka bersama skala besar bagi insan olahraga Riau dilaksanakan pada masa kepemimpinan almarhum Emrizal Pakis. Sejak itu, Ramadan berlalu tanpa gema takbir yang diikuti canda pelatih, atlet, dan pengurus di meja yang sama — sebuah kekosongan yang dirasa menyesakkan bagi banyak pihak.
Menyikapi kegundahan tersebut, H. Edi Basri, Calon Ketua Umum KONI Riau masa bakti 2026 – 2030 yang didukung lebih dari 60% (enampuluh persen) Pengurus Provinsi Cabang Olahraga di Riau, mengambil langkah inisiatif, memfasilitasi dan mengundang seluruh keluarga besar olahraga Riau untuk kembali berkumpul dalam Acara Buka Puasa Bersama dengan acara yang bertajuk “Merajut Kebersamaan, Menyatukan Visi serta Membangun Komitmen Bersama dalam Meningkatkan Prestasi Olahraga” yang akan digelar pada:
“Acara buka puasa bersama ini bukan tentang siapa yang ingin berkuasa di dunia olahraga di Provinsi Riau, ini bukan agenda politik tentang siapa yang ingin menjadi ketua KONI Riau, tapi sudah masanya kita bekerjasama, mari kita duduk bersama, kita berpikir bersama, kita bangun kebersamaan bersama untuk meningkatkan prestasi olahraga di Bumi Lancang Kuning. Dan sudah masanya kita menentukan arah olahraga di Riau dan arah masa depan atlet dan Pelatih selaku pahlawan Negeri,” tutur H. Edi Basri, sebagaimana disampaikan kepada media.
Para Pengurus Cabang Olahraga, atlet, pelatih, serta pengurus kabupaten/kota menyambut kabar undangan itu dengan harap. Bagi mereka, buka puasa bersama lebih dari sekadar jamuan; ia menjadi ruang dialog informal, tempat mengikat janji pembinaan, berbagi cerita kegagalan dan keberhasilan, serta mendoakan satu sama lain sebelum melaju ke panggung kompetisi. Prestasi lahir dari latihan; keabadian lahir dari persaudaraan.
Dalam semangat Melayu, kebersamaan ialah akar segala persatuan. Di ranah olahraga, jejaring personal antara pengurus, pelatih, dan atlet memengaruhi budaya kompetisi dan rasa tanggung jawab bersama. Tanpa momen-momen ukhuwah seperti buka puasa bersama, komunikasi mudah terfragmentasi, masalah kecil tidak terselesaikan, aspirasi tak disuarakan, dan komitmen kolektif melemah.
Sejumlah tokoh olahraga daerah berharap acara yang direncanakan itu bukan sekadar simbol. Mereka meminta agar momentum ini diikuti langkah-langkah konkret: Komunikasi Produktif antar KONI kabupaten/kota yang melahirkan prestasi, jadwal pertemuan rutin pengprov cabor, serta program pembinaan yang transparan bagi atlet muda. Seorang Pemimpin mestilah bijak dalam bersikap, petuah Melayu sudah memberikan tunjuk ajarnya “Pemimpin yang bijak tidak hanya memegang tongkat, tetapi juga memegang tangan mereka yang dibimbing.”
Sementara itu, kalangan suporter dan masyarakat menyampaikan pesan sederhana:
“Kembalikan meja-meja yang dahulu penuh tawa itu; di sana lah tumbuh semangat juang anak negeri.” Biar pun baja bertemu baja, jalinlah hati sebelum bertanding. Harapan sederhana namun agung terpatri dari H. Edi Basri yang juga merupakan Ketua Komisi 3 DPRD Riau, semoga meja-meja berbuka nanti bukan hanya menyajikan hidangan, melainkan juga menyajikan niat bersama—niat untuk membangun kembali tatanan olahraga Riau yang bersih, bersatu, dan berprestasi. Ia mengingatkan bahwa sebarang usaha besar dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan dengan hati yang tulus. Jika kita duduk bersama di meja yang sama, maka arah dan tujuan pun akan menemukan titik temu untuk Kebangkitan Prestasi Olahraga di Bumi Lancang Kuning, Tutupnya.