Gubernur Riau Abdul Wahid membuat kejutan dengan melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada tengah malam ke Pasar Induk AKAP Pekanbaru. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memantau langsung gejolak harga pangan serta meninjau kondisi fasilitas pasar yang dinilai masih perlu perbaikan serius.
PROVINSIRIAU.com | Pekanbaru, 4 September 2025 – Gubernur Riau (Gubri) Abdul Wahid melakukan kunjungan tanpa pemberitahuan sebelumnya ke Pasar Induk AKAP Pekanbaru pada Selasa dini hari (2/9/2025). Pasar yang menjadi pusat distribusi kebutuhan pokok di Riau ini diperiksa untuk memastikan kelancaran distribusi dan stabilitas harga komoditas.
Dalam inspeksi tersebut, Abdul Wahid langsung berinteraksi dengan para pedagang dan mendapati fluktuasi harga yang cukup beragam pada sejumlah bahan pangan. Ia menegaskan bahwa gejolak harga merupakan dinamika yang wajar, namun pemerintah tetap berkomitmen melakukan stabilisasi melalui berbagai langkah, termasuk sidak dan penggelaran pasar murah.

Selain masalah harga, Gubri juga menyoroti penataan pasar yang dinilainya belum optimal. Ia mengungkapkan kemungkinan perbaikan fasilitas atau bahkan relokasi ke lahan baru di Jalan Soekarno Hatta atau Jalan Teropong. “Pasar ini akan kita tata kembali agar lebih layak, kalau memungkinkan bisa dipindahkan ke lokasi baru,” ujarnya.
Namun, wacana relokasi tersebut mendapat tanggapan dari para pedagang. Andre, salah seorang penjual cabai, berharap pemerintah mempertimbangkan aspek kenyamanan, terutama akses dan area parkir. “Mohon diperhatikan kelayakan tempatnya, jangan sampai malah menyulitkan,” katanya.

Abdul Wahid menekankan bahwa kelancaran distribusi menjadi kunci menjaga harga tetap terjangkau. “Intinya distribusi jangan sampai terhambat. Pasar induk harus lancar memasok ke pasar tradisional,” tegasnya.
Inspeksi mendadak Gubernur Riau ini menunjukkan perhatian serius pemerintah terhadap stabilitas harga pangan dan kualitas infrastruktur pasar. Meski rencana relokasi masih dikaji, dialog dengan pedagang menjadi langkah penting untuk memastikan kebijakan yang diterapkan benar-benar solutif dan berpihak kepada masyarakat.