Ibu 54 tahun Tersangka Pembakar Lahan, Korporasi Ribuan Hektar dan Lokasi FOLU Terbakar tak Tersentuh

Ibu 54 tahun Tersangka Pembakar Lahan, Korporasi Ribuan Hektar dan Lokasi FOLU Terbakar tak Tersentuh
dok. foto asap kebakaran di Pekanbaru tahun 2015

PROVINSIRIAU.com, PEKANBARU, 01 SEPTEMBER 2026 – – Polsek Tambang menetapkan perempuan paruh baya berinisial NU (54) sebagai tersangka. Polisi menjeratnya atas kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kejadian ini berlokasi di Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar.

Seorang perempuan paruh baya ditangkap atas Karhutla Riau. Namun, ribuan titik api di lahan raksasa korporasi seolah kebal hukum

Selanjutnya, aparat mengungkap kronologi pembakaran lahan tersebut. NU diduga membakar ranting kayu menggunakan korek api. Peristiwa ini terjadi pada Kamis, 6 Agustus 2026 lalu.

Akibatnya, api menjalar hingga menghanguskan 15 hektar lahan. Oleh karena itu, penyidik menjerat NU dengan pasal berlapis. Ia terancam hukuman penjara minimal tiga hingga sepuluh tahun.

Selain itu, denda besar turut menantinya. Tersangka wajib membayar denda berkisar tiga sampai sepuluh miliar rupiah.

Ketimpangan Hukum Karhutla Riau

Ironisnya, penegakan hukum lingkungan ini tampak tajam ke bawah. Jaringan Kerja Penyelamat Hutan Riau (Jikalahari) membeberkan fakta mengejutkan. Mereka menemukan 3.672 titik api (hotspot) sepanjang tahun 2026.

Lebih lanjut, Jikalahari merinci lokasi ribuan titik api tersebut. Sebanyak 748 hotspot terpantau berada di dalam area konsesi perusahaan. Rinciannya, 209 titik di Hutan Tanaman Industri (HTI).

Sisanya, sebanyak 539 titik api berada di wilayah perkebunan sawit. Merespons hal ini, Koordinator Jikalahari, Okto, memberikan kritik tajam. Ia menyoroti lambannya polisi mengusut indikasi kejahatan korporasi.

“Jangan bangga dulu dengan banyaknya tersangka kalau korporasi yang konsesinya terbakar tidak kunjung tersentuh,” tegas Okto.

Bahkan, ia menantang keberanian aparat penegak hukum setempat. “Jangan sampai Polda Riau begitu berani mengejar orang yang membakar, tetapi begitu hati-hati ketika harus mengetuk pintu korporasi,” imbuhnya.

Jejak Api Korporasi Besar

Sejalan dengan itu, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Riau turut bersuara. Mereka merilis data mencengangkan pada 26 Agustus 2026 lalu. Walhi menemukan 194 titik api yang tersebar di 34 korporasi.

Parahnya, kebakaran di area konsesi ini terus terjadi secara berulang. Sebagai contoh, Walhi mencatat rentetan kebakaran di konsesi PT RAPP. Total lahan terbakar mencapai 2.849,8 hektar sejak tahun 2015.

Khusus tahun ini, 71,9 hektar hangus dan mengancam cagar biosfer. Kondisi serupa turut terjadi di area konsesi PT Arara Abadi. Lahan puluhan hektar mereka kembali terbakar tahun ini. Tercapat di lahan FOLU (Forestry and Other Land Use) RO10  seluas 71,9 Hektar. Dan Lahan terbakar 578,1 rangkuman dari tahun 2015 yang terbakar hingga 2026.

Selain itu, titik api juga membakar konsesi PT Sakato Makmur. juga ditemukan hotspot di lahan FOLU R02 (Pencegahan Deforestasi Lahan Gambut), R09 (Pengelolaan Tata Air Gambut) , dan R10 (Aksi Mitigasi Pelaksanaan Restorasi) dengan total keseluruhan 115.2 Hektar. Korporasi PT Sakato Makmur ini pada tahun 2026 berdasarkan data yang di release oleh Walhi Riau ditemukan hotspot seluas 115.2 Hektar. Kebakaran seluas ±115,2 ha terjadi pada zona penyangga cagar Biofer GSK-BB. Pada tahun 2015, PT Sakato Makmur juga ditemukan titik hotspot seluas 45 ribuan hektar.

Sebelumnya, puluhan ribu hektar lahan mereka juga pernah terbakar. Terakhir, api turut menghanguskan hamparan lahan PT Meskom Agro SariMas. Fenomena berulang ini menjadi rapor merah penegakan hukum lingkungan di Riau. Rincian hotspot R09 seluas 0.5 hektar dan R10 seluas 87.7 hektar. Kejadian titik hotspot ini juga terus berulang sejak tahun 2015. Jika di totalkan hingga 2026 per Agustus mencapai seluas 678.7 hektar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You might also like
Presiden Prabowo Tinjau Karhutla Riau, Hotspot Sumatra Tembus 2.945 Titik

Presiden Prabowo Tinjau Karhutla Riau, Hotspot Sumatra Tembus 2.945 Titik

Maju Caketum PBNU 2026, Gus Yusuf Kantongi Dukungan PWNU Riau

Maju Caketum PBNU 2026, Gus Yusuf Kantongi Dukungan PWNU Riau

Peran SF Hariyanto Diantara Thomas dan Arif

Peran SF Hariyanto Diantara Thomas dan Arif

Teka-Teki ‘Matahari Tunggal’ Patah

Teka-Teki ‘Matahari Tunggal’ Patah

Senyap Ramadhan Empat Tahun: Ketika Buka Bersama Hilang Dari Kalender Olahraga Bumi Lancang Kuning

Senyap Ramadhan Empat Tahun: Ketika Buka Bersama Hilang Dari Kalender Olahraga Bumi Lancang Kuning

Kisah Haru di Balik Emas SEA Games 2025: Atlet Panjat Tebing Riau, Puja Lestari, Bangkitkan Semangat Pengurus yang Terbaring Sakit

Kisah Haru di Balik Emas SEA Games 2025: Atlet Panjat Tebing Riau, Puja Lestari, Bangkitkan Semangat Pengurus yang Terbaring Sakit